Hari itu hari yang kurang baik bagi dia. Mengambil masa untuk muhasabah sebentar, mengenang kalau-kalau itu akibat dosa-dosa lampau yang berbaki. Tetapi, tiba-tiba dia teringat : "Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." [2:216]
Dia hadapkan wajah ke kiblat di waktu Dhuha. Mengemis secebis kasih Ilahi. An-Naba' dan An-Nazi'at bersilih ganti. Mengundang titis jernih di birai mata. Entahkan memang perasaan atau keindahan ayat Al-Quran yang menyebabkan dia begitu.
"Mohonlah pertolongan dari Allah dan bersabarlah........Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." [7:128]
Sesudah mengadu pada Yang Esa, dia mengadu pada si teman. Adunya, takut kalau diri menjadi fitnah kepada agama. Fitnah kepada jalan dakwah. Dia cuma mengharap, langkahnya kekal dan istiqamah. Mengharap nasihat dan kata semangat dari sahabat seperjuangan.
"........Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." [2:214]
Semakin dia berhati galau, semakin banyak dia ketemu ayat pujukan.
"Dan janganlah kamu merasa lemah, dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi darjatnya, jika kamu orang beriman"[3:139]
Dia sudah boleh bertenang. Kan Allah tidak pernah membebankan hambaNya melainkan dengan kesanggupannya? Dia juga tahu, Allah sedang menguji tahap kebergantungan dia kepadaNya.
Tetapi, suatu hari kesabaran dia digugah lagi. Mujur, satu tazkirah ringkas memotivasi dia. Pesan Rasulullah S.A.W., " La Taghdob!" Sebanyak 3 kali ulangan. Jangan kamu marah. Ingat?
Doa Rabitah pengerat hubungan dibaca. Dibayangkan wajah-wajah kesayangan dia. Tidak mengira apa pun hubungannya, hanya atas dasar ukhuwwah Islamiah yang kuat. Mohon dikembalikan keeratan seperti sediakala. Air mata tetap menjadi modal utama sang pengemis.
Dia membaiki diri dan berkongsi dengan sahabat lain.
" Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan solat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." [2:153]
Dia muhasabah untuk sabar dalam apa jua keadaan. Sesungguhnya, dia tidak pernah keseorangan. Dia ucapkan : Terima kasih manual Al-Quran!
Dia hadapkan wajah ke kiblat di waktu Dhuha. Mengemis secebis kasih Ilahi. An-Naba' dan An-Nazi'at bersilih ganti. Mengundang titis jernih di birai mata. Entahkan memang perasaan atau keindahan ayat Al-Quran yang menyebabkan dia begitu.
"Mohonlah pertolongan dari Allah dan bersabarlah........Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." [7:128]
Sesudah mengadu pada Yang Esa, dia mengadu pada si teman. Adunya, takut kalau diri menjadi fitnah kepada agama. Fitnah kepada jalan dakwah. Dia cuma mengharap, langkahnya kekal dan istiqamah. Mengharap nasihat dan kata semangat dari sahabat seperjuangan.
"........Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." [2:214]
Semakin dia berhati galau, semakin banyak dia ketemu ayat pujukan.
"Dan janganlah kamu merasa lemah, dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi darjatnya, jika kamu orang beriman"[3:139]
Dia sudah boleh bertenang. Kan Allah tidak pernah membebankan hambaNya melainkan dengan kesanggupannya? Dia juga tahu, Allah sedang menguji tahap kebergantungan dia kepadaNya.
Tetapi, suatu hari kesabaran dia digugah lagi. Mujur, satu tazkirah ringkas memotivasi dia. Pesan Rasulullah S.A.W., " La Taghdob!" Sebanyak 3 kali ulangan. Jangan kamu marah. Ingat?
Doa Rabitah pengerat hubungan dibaca. Dibayangkan wajah-wajah kesayangan dia. Tidak mengira apa pun hubungannya, hanya atas dasar ukhuwwah Islamiah yang kuat. Mohon dikembalikan keeratan seperti sediakala. Air mata tetap menjadi modal utama sang pengemis.
Dia membaiki diri dan berkongsi dengan sahabat lain.
" Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan solat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." [2:153]
Dia muhasabah untuk sabar dalam apa jua keadaan. Sesungguhnya, dia tidak pernah keseorangan. Dia ucapkan : Terima kasih manual Al-Quran!
No comments:
Post a Comment